Selasa, 22 Februari 2011

Ssssstt........Jangan Bilang-bilang ya.


Sssst....ibu, ibu.
Ibu mau dengar curhatku ?
(Hm,hm...boleh, boleh)
Tapi, ibu jangan bilang siapa-siapa ya
(Oke)
Ibu.... ibu tau kan ?
(Tentang apa?)

Ibu, diam-diam aku suka sama dia loh.
(Dia ? Dia, siapa )
Dia....dia yang itu tuh....
(Ow....truz...?)
Tapi bener ya, jgan bilan siapa-siapa malu.
Soalnya ku ga pedhe banget.
Dia tuh cowo keren ya bu.
(Yupz betul. Dia cowo cool... )
Lalu kukatakan padanya :
Kenapa tak kauyakinkan diri
Dia juga bisa menyukaimu
Tanamkan harap di hatimu, jika kau memang suka
Percayalah bahwa segalahal mungkin saja terjadi
.......
Ibu, biarlah aku menatapnya setiap saat
Itu cukup buatku tuk tutup semua rasaku untuknya
Karena kutahu, dia bukanlah untukku
(Meski kau sangat rindukan dia?)
Ya.
(Aaaaah, sayang banget !)

Senin, 04 Oktober 2010

I'm Fall in Love

Ow, ow ow.....
Jangan salah duga Ini bukan kisahku.
Ini kisah anak muda......biasa, anak2 yang suka berbagi kisah denganku.
Kalau saja aku jaga gengsi, jaga jarak.....mungkin tak akan ada cerita ini

Ini bunyi sms nya :
" Ibu....ibu...bangun dong, please. Bantuin aku dong....

Hah, ada kesulitan apa kiranya, jam sebelas tengah malam begini ?
Anak ini, tidakkah dia berpikir, aku adalah gurunya saat di sekolah ?
Bangunkan aku di tengah malam, cuma untk minta bantuan soal cinta ?

Ibu bantuin aku , ibu.
Belum pernah aku rasakan sekacau ini, mendekati seorang gadis !
Sumpah ibu, yang ini sungguh mempesona Aku harus bagaimana ibu ?

Ya ampun, ini jelas sepele bagi sebagian orang!
Ini sebuah tindakan konyol yang tak kenal sopan santun !
Hai..kenapa aku tak bisa marah ? Kenapa aku justru iba ?
Terbayang olehku, anak muda ini pastilah begitu gundah.
Jangan untuk konsentrasi belajar esok hari....
Untuk pejamkan mata pun ia pasti tersiksa

Tak ada solusi atau jawaban yang kuberikan
Ku hanya bilang.....
Wahai yg sedang jauh cinta, bertahanlah. Bisa kita bicara esok hari ?

Ya ya, ibu...terima kasih. Besok aku mau ceritakan semua tentang ini !

(buat AQ, 2-4 Oktober 2010)

Sabtu, 19 Juni 2010

ADE RUKMINI




Aku tersentak ketika mendengar bahwa suami Ibu Ade Rukmini, meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.Kapan ? Tanyaku spontan. Lebih tersentak lagi saat kudapati jawabannya: sekitar dua tahun lalu karena kecelakaan.
Aku tertegun. Jadi selama setahun ini perempuan mungil, cantik, dan selalu ceria ini tak bersuami lagi? Kok aku tak tahu ? Setahun kami ber-teman di kelas pasca ini, bahkan sering ngobrol, bicara tentang apa saja , di mana saja. Di kelas, di perpustakaan, terutama di tempat kami biasa makan siang. Siapa yang tak cerdas secara sosial ? Aku merasa mengenalnya , tapi sungguh-sungguh tak tahu tentang ini. Uh, aku jadi malu.
Sepanjang per-jalanan pulang dari rumah Bu Ade, demikian kami memanggilnya, berseliweran di benak ku sosoknya. Seorang ibu yang juga wakil kepala sekolah di sebuah SMP ini dengan wajah yang tak lepas dari senyum. Siapa sih yang menyangka bahwa sebenarnya ia single parent buat anak-anaknya ? Ia tak pernah mengeluh atau ber cerita apa pun tentang ini. Cerita-ceritanya hanyalah seputar kesi-bukannya di sekolah dan anak-anaknya. Bicara tentang materi perku-liahan dengannya juga nyam-bung banget.
Ade Rukmini. Perempuan ini telah memberikan sebuah pelajaran hidup. Me-nyembunyikan duka, menghadirkan kece-riaan, membangun kebahagiaan. Hidup terus berjalan menuju masa depan, dan masa lalu memberikan hikmah yang tak boleh disia-siakan. Terima kasih, bu Ade !

Y O G I





Ini kisah seorang anak muda. Sekilas, tak ada yang istimewa pada dirinya. Biasa saja, tak beda dengan yg lain. Cuma sedikit “cool” karena rada mahal senyum.
Kuda-pati dia di sebuah arena lomba karya cipta lagu. Sungguh-sungguh tak ada yang hebat. Malah, terkesan ga pede menampilkan kepiawaiannya. … tapi tunggu ! Tunggu sebentar. Ada yang unik terdengar di telingaku. Mmmm, yaph! Suaranya ! Anak muda ini punya voice keren banget! Baguskah suaranya ? Entahlah…..

Aku ga ngerti musik, ga paham seni suara. Tapi feeling-ku berkata : sejatinya ia punya suara bagus bener. Alirannya ? Ah, sebodo, aku ga tahu. Nada garangnya dapet, serak-serak basahnya aduhai lah asal mau diasah terus. Anak muda ini harus menyadari mutiara berharga itu dalam dirinya.
Aku sempat gemes dengan “keminderannya” yang parah. Selalu saja ia bilang ga bisa nyanyi meski terbukti ia menang walau bukan juara pertama. Cobalah…. cobalah….kau bisa ! Aku yakin betul kau bisa. Pada kesempatan berikutnya aku sampai “memohon” agar ia mau tampil nyanyi lagi. Bahkan mau-maunya aku menyempatkan diri mendengar ia berlagu dengan gitarnya sepulang sekolah. Tuh, kan ? Percaya ga sih kamu bisa nyanyi ?

Di lain kesempatan kusaksikan Yhogi, demikian nama anak muda ini, tampil sebagai vokalis dari dua group band : Blue Berry Band dan Aeroponik. Musiknya memang terasa berisik dan panas untuk telinga-telinga jadul seusiaku. Tapi, aku cuma fokus pada suaranya. Pas dengan lagu-lagu beraliran keras, tapi kurasa ia akan lebih berkarakter untuk lagu-lagu balada atau country seperti yang sering dibawakan Iwan Fals atau Slank tapi yang sedikit lembut.
Yhogi, kupercaya kau bisa. Kutahu kau bisa. Ku berharap kau selalu berusaha untuk bisa. Kau tak harus perfect pada pelajaran, tapi kau harus tunjukkan kau punya nilai plus untuk potensimu yang ini. Tetaplah ikuti aturan sekolah, patuhi gurumu , tunaikan kewajibanmu. Doaku untukmu…..berjalanlah terus menyusuri hidupmu seirama nada-nada yang mengalir dalam urat nadimu : bernyanyi !
Your Mom : Love You forever (Asihdewa)

Di Atas bumi di kolong langit, 9 Mei 2010 **

Minggu, 13 Desember 2009

Adinda….

Tahukah kau..

Aku belum pernah melihatnya selusuh itu

Aku belum pernah menjumpainya sekusut itu

Kau tahu kenapa?

Aku pun hanya diselimuti tanya dan tanya

Tapi ia hanya katakan : tak tahu, tak tahu....

Kemarilah merpati cantikku....

Aku tak mampu sembunyikan kegundahan hatiku

Dia juga anakku

Anak yang teramat mengerti suasana batinku

Yang mampu menjadi pelita saat gelapku

Yang mampu menghibur di kala dukaku

Elang perkasaku itu sedang terluka

Tatap matanya tak lagi garang

Tutur sapanya tak lagi bagai angin surga.....

Dengarlah aku, Adinda......

Satu tanya untukmu

Kau sayang padanya ?

..........

Ibu .....

Buat apa hadir cemburu

Bila tiada kasih di hati ini

Buat apa kau tanyakan itu

Bila hanya sekedar tanya.......

Maka hanya ada harapku untukmu

Tersenyumlah untuk dunia, dunia kan tersenyum padamu

Semailah kasih pada dunia, dunia kan mengasihimu

Tanamkan cinta pada dunia, dunia kan mencintaimu

Jaga rasa kasihmu padanya

Buat dia tersenyum untukmu

Dia kan selalu buat kau tersenyum

( Rasa sayang itu dari yang maha penyayang. Jangan pernah nodai dengan apa-apa yang DIA tidak sukai)

Jumat, 11 Desember 2009

KANGEN

............
Ada yang merintih di dalam sana
Memanggil-manggil sebuah nama
Ada senandung rindu , kurasa
Berharap hadirnya seulas senyum

Rintik hujan serasa mencabik hati
Karena asa semakin pupus
Tak jua hujan beranjak pergi
Sementara mentari hanya mampu mengintip
Bilakah kau kan datang ?
Kangen ini membuatku risau

Sayup ku bersenandung....
Lirih....hanya terdengar olehku
Sebuah lagu lama tentang hujan dan kerinduan
........
Datanglah kekasih biarpun hari hujan
Cinta ’kan mengiringimu dengan kehangatan
Buka saja mantelmu, basahkan tubuhmu
Hujan pun tahu kita bertemu
....
Langkahkan kakimu sepenuh irama
Biarkan jejakmu membekas di jalan
Bawa saja seluruh kerinduanmu
Kita satukan di dalam dekapan
.........

(Rasanya, ku dapat rasakan yang kau rasakan, saat kau tak jadi bertemu dengannya di sore yang dibasahi hujan saat itu, puisi ini kutulis andai kujadi dia....)

(akhir November 2009)

Rabu, 09 Desember 2009

LIGHT..........OUR BULLETIN !!

Berawal dari sebuah keprihatinan..........
Kenapa orang selalu terfokus pada kelemahan yang ada ?
Kenapa mereka hanya memandang sebelah mata ?
Kenapa sekolahku cuma jadi korban berita ?
........
Walau aku cuma orang baru di sekolah tempatku bekerja
Aku mencoba membaca dengan mata batinku
Aku mencoba mendengar denga telinga batinku
Aku mencoba menjelajah jiwa anak-anak didikku
....
Kupercaya.......mereka adalah generasi yang amat istimewa
Mari.......
Mari kita ciptakan sejarah tentang diri kita
Jangan pernah mau menjadi "korban sejarah"
seorang tokoh dunia pernah berkata begini :
" SATU-SATUNYA YANG KITA PELAJARI DARI SEJARAH ADALAH : BAHWA KITA TAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH ITU SENDIRI "

...
Kita tahu, kita berada dalam keterbatasan
Tapi, sanggupkah kita "muncul" menjadi pionir dalam kondisi keterbatasan ini
Aku percaya....kalian mampu ! Kita mampu!
Kita tak bisa bekerja sendiri :
Buktikan......Bulletin LIGHT kita adalah salah satu penoreh sejarah sekolah kita :
SMA NEGERI 1 LEMAHABANG CIREBON

(kubangga pada kalian semua : kru redaksi LIGHT !)