............
Ada yang merintih di dalam sana
Memanggil-manggil sebuah nama
Ada senandung rindu , kurasa
Berharap hadirnya seulas senyum
Rintik hujan serasa mencabik hati
Karena asa semakin pupus
Tak jua hujan beranjak pergi
Sementara mentari hanya mampu mengintip
Bilakah kau kan datang ?
Kangen ini membuatku risau
Sayup ku bersenandung....
Lirih....hanya terdengar olehku
Sebuah lagu lama tentang hujan dan kerinduan
........
Datanglah kekasih biarpun hari hujan
Cinta ’kan mengiringimu dengan kehangatan
Buka saja mantelmu, basahkan tubuhmu
Hujan pun tahu kita bertemu
....
Langkahkan kakimu sepenuh irama
Biarkan jejakmu membekas di jalan
Bawa saja seluruh kerinduanmu
Kita satukan di dalam dekapan
.........
(Rasanya, ku dapat rasakan yang kau rasakan, saat kau tak jadi bertemu dengannya di sore yang dibasahi hujan saat itu, puisi ini kutulis andai kujadi dia....)
(akhir November 2009)
Sebuah refleksi harian. Berkisah seputar lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Seputar perasaan kasih sayang antara seorang ibu terhadap semua anak-anaknya. Seputar harapan , impian, cita-cita, bahkan kerap berupa obsesi.................
Tampilkan postingan dengan label seputar cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar cinta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Desember 2009
Rabu, 11 November 2009
Ketika Rindu
Ibu……..
Pada siapa kumesti tumpahkan ini semua ?
Ada ketakutan mendera kala ingin kuakui semua ini
Seakan sebuah pengkhianatan telah mengintip
Tapi ke manakah harus kusembunyikan rasa ini ?
Sungguh aku tak sanggup........
Mengapa harus ada rindu yang lain ?
Saat aku telah menyimpan kasih untuk seseorang
Yang telah lama tertambat di sudut hatiku yang terdalam
Saat aku sedang mencoba untuk setia
Saat aku sedang mencoba untuk menerima apa pun adanya
Lihatlah aku
Senyumku terukir dalam kesendirian sejak dia hadir
Degup jantungku berpacu saat dia menyapaku
Ah.....mengapa hatiku jadi mendua ?
Mestikah aku meminta maaf ?
Kepada siapa ?
Tapi........apakah ini salahku ?
Ibu...........adakah jawab darimu
Ketika rindu yang lain hadir di hatiku ?
((For my special son : Gz 2009)
Pada siapa kumesti tumpahkan ini semua ?
Ada ketakutan mendera kala ingin kuakui semua ini
Seakan sebuah pengkhianatan telah mengintip
Tapi ke manakah harus kusembunyikan rasa ini ?
Sungguh aku tak sanggup........
Mengapa harus ada rindu yang lain ?
Saat aku telah menyimpan kasih untuk seseorang
Yang telah lama tertambat di sudut hatiku yang terdalam
Saat aku sedang mencoba untuk setia
Saat aku sedang mencoba untuk menerima apa pun adanya
Lihatlah aku
Senyumku terukir dalam kesendirian sejak dia hadir
Degup jantungku berpacu saat dia menyapaku
Ah.....mengapa hatiku jadi mendua ?
Mestikah aku meminta maaf ?
Kepada siapa ?
Tapi........apakah ini salahku ?
Ibu...........adakah jawab darimu
Ketika rindu yang lain hadir di hatiku ?
((For my special son : Gz 2009)
Rabu, 28 Oktober 2009
Jangan Dustai Hatimu
My sweet heart………
Bahagia rasanya kau percaya padaku
Tuangkan segala rasa
Tumpahkan segala beban yang sesakkan dada
Alirkan air mata bening kebimbanganmu
Padaku........
My beautiful girl.....
Bila asmara telah singgah
Siapakah yang mampu mengusirnya ?
Adakah yang sanggup mengingkari kehadirannya ?
Jangan pernah lakukan itu. Sungguh........
Meski atas nama “persahabatan”
Atau hanya karena kau tak ingin menyakiti hati seseorang.........
My Honey.........
Jangan dustai hatimu
Jangan pernah ingkari suara hatimu
Jujurlah pada nuranimu
Hatimu kan merintih
Saat tak kau akui keberadaannya
Suatu saat nanti, bila kau bersua dengannya
Berikan senyum tulus terindah untuknya
’tuk redamkan segala bimbang di hatinya.......
(Sweet memory ’tanz-’qha : 25 Okt’09 :21:25:57)
Bahagia rasanya kau percaya padaku
Tuangkan segala rasa
Tumpahkan segala beban yang sesakkan dada
Alirkan air mata bening kebimbanganmu
Padaku........
My beautiful girl.....
Bila asmara telah singgah
Siapakah yang mampu mengusirnya ?
Adakah yang sanggup mengingkari kehadirannya ?
Jangan pernah lakukan itu. Sungguh........
Meski atas nama “persahabatan”
Atau hanya karena kau tak ingin menyakiti hati seseorang.........
My Honey.........
Jangan dustai hatimu
Jangan pernah ingkari suara hatimu
Jujurlah pada nuranimu
Hatimu kan merintih
Saat tak kau akui keberadaannya
Suatu saat nanti, bila kau bersua dengannya
Berikan senyum tulus terindah untuknya
’tuk redamkan segala bimbang di hatinya.......
(Sweet memory ’tanz-’qha : 25 Okt’09 :21:25:57)
Langganan:
Postingan (Atom)