Sabtu, 19 Juni 2010

Y O G I





Ini kisah seorang anak muda. Sekilas, tak ada yang istimewa pada dirinya. Biasa saja, tak beda dengan yg lain. Cuma sedikit “cool” karena rada mahal senyum.
Kuda-pati dia di sebuah arena lomba karya cipta lagu. Sungguh-sungguh tak ada yang hebat. Malah, terkesan ga pede menampilkan kepiawaiannya. … tapi tunggu ! Tunggu sebentar. Ada yang unik terdengar di telingaku. Mmmm, yaph! Suaranya ! Anak muda ini punya voice keren banget! Baguskah suaranya ? Entahlah…..

Aku ga ngerti musik, ga paham seni suara. Tapi feeling-ku berkata : sejatinya ia punya suara bagus bener. Alirannya ? Ah, sebodo, aku ga tahu. Nada garangnya dapet, serak-serak basahnya aduhai lah asal mau diasah terus. Anak muda ini harus menyadari mutiara berharga itu dalam dirinya.
Aku sempat gemes dengan “keminderannya” yang parah. Selalu saja ia bilang ga bisa nyanyi meski terbukti ia menang walau bukan juara pertama. Cobalah…. cobalah….kau bisa ! Aku yakin betul kau bisa. Pada kesempatan berikutnya aku sampai “memohon” agar ia mau tampil nyanyi lagi. Bahkan mau-maunya aku menyempatkan diri mendengar ia berlagu dengan gitarnya sepulang sekolah. Tuh, kan ? Percaya ga sih kamu bisa nyanyi ?

Di lain kesempatan kusaksikan Yhogi, demikian nama anak muda ini, tampil sebagai vokalis dari dua group band : Blue Berry Band dan Aeroponik. Musiknya memang terasa berisik dan panas untuk telinga-telinga jadul seusiaku. Tapi, aku cuma fokus pada suaranya. Pas dengan lagu-lagu beraliran keras, tapi kurasa ia akan lebih berkarakter untuk lagu-lagu balada atau country seperti yang sering dibawakan Iwan Fals atau Slank tapi yang sedikit lembut.
Yhogi, kupercaya kau bisa. Kutahu kau bisa. Ku berharap kau selalu berusaha untuk bisa. Kau tak harus perfect pada pelajaran, tapi kau harus tunjukkan kau punya nilai plus untuk potensimu yang ini. Tetaplah ikuti aturan sekolah, patuhi gurumu , tunaikan kewajibanmu. Doaku untukmu…..berjalanlah terus menyusuri hidupmu seirama nada-nada yang mengalir dalam urat nadimu : bernyanyi !
Your Mom : Love You forever (Asihdewa)

Di Atas bumi di kolong langit, 9 Mei 2010 **

Minggu, 13 Desember 2009

Adinda….

Tahukah kau..

Aku belum pernah melihatnya selusuh itu

Aku belum pernah menjumpainya sekusut itu

Kau tahu kenapa?

Aku pun hanya diselimuti tanya dan tanya

Tapi ia hanya katakan : tak tahu, tak tahu....

Kemarilah merpati cantikku....

Aku tak mampu sembunyikan kegundahan hatiku

Dia juga anakku

Anak yang teramat mengerti suasana batinku

Yang mampu menjadi pelita saat gelapku

Yang mampu menghibur di kala dukaku

Elang perkasaku itu sedang terluka

Tatap matanya tak lagi garang

Tutur sapanya tak lagi bagai angin surga.....

Dengarlah aku, Adinda......

Satu tanya untukmu

Kau sayang padanya ?

..........

Ibu .....

Buat apa hadir cemburu

Bila tiada kasih di hati ini

Buat apa kau tanyakan itu

Bila hanya sekedar tanya.......

Maka hanya ada harapku untukmu

Tersenyumlah untuk dunia, dunia kan tersenyum padamu

Semailah kasih pada dunia, dunia kan mengasihimu

Tanamkan cinta pada dunia, dunia kan mencintaimu

Jaga rasa kasihmu padanya

Buat dia tersenyum untukmu

Dia kan selalu buat kau tersenyum

( Rasa sayang itu dari yang maha penyayang. Jangan pernah nodai dengan apa-apa yang DIA tidak sukai)

Jumat, 11 Desember 2009

KANGEN

............
Ada yang merintih di dalam sana
Memanggil-manggil sebuah nama
Ada senandung rindu , kurasa
Berharap hadirnya seulas senyum

Rintik hujan serasa mencabik hati
Karena asa semakin pupus
Tak jua hujan beranjak pergi
Sementara mentari hanya mampu mengintip
Bilakah kau kan datang ?
Kangen ini membuatku risau

Sayup ku bersenandung....
Lirih....hanya terdengar olehku
Sebuah lagu lama tentang hujan dan kerinduan
........
Datanglah kekasih biarpun hari hujan
Cinta ’kan mengiringimu dengan kehangatan
Buka saja mantelmu, basahkan tubuhmu
Hujan pun tahu kita bertemu
....
Langkahkan kakimu sepenuh irama
Biarkan jejakmu membekas di jalan
Bawa saja seluruh kerinduanmu
Kita satukan di dalam dekapan
.........

(Rasanya, ku dapat rasakan yang kau rasakan, saat kau tak jadi bertemu dengannya di sore yang dibasahi hujan saat itu, puisi ini kutulis andai kujadi dia....)

(akhir November 2009)

Rabu, 09 Desember 2009

LIGHT..........OUR BULLETIN !!

Berawal dari sebuah keprihatinan..........
Kenapa orang selalu terfokus pada kelemahan yang ada ?
Kenapa mereka hanya memandang sebelah mata ?
Kenapa sekolahku cuma jadi korban berita ?
........
Walau aku cuma orang baru di sekolah tempatku bekerja
Aku mencoba membaca dengan mata batinku
Aku mencoba mendengar denga telinga batinku
Aku mencoba menjelajah jiwa anak-anak didikku
....
Kupercaya.......mereka adalah generasi yang amat istimewa
Mari.......
Mari kita ciptakan sejarah tentang diri kita
Jangan pernah mau menjadi "korban sejarah"
seorang tokoh dunia pernah berkata begini :
" SATU-SATUNYA YANG KITA PELAJARI DARI SEJARAH ADALAH : BAHWA KITA TAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH ITU SENDIRI "

...
Kita tahu, kita berada dalam keterbatasan
Tapi, sanggupkah kita "muncul" menjadi pionir dalam kondisi keterbatasan ini
Aku percaya....kalian mampu ! Kita mampu!
Kita tak bisa bekerja sendiri :
Buktikan......Bulletin LIGHT kita adalah salah satu penoreh sejarah sekolah kita :
SMA NEGERI 1 LEMAHABANG CIREBON

(kubangga pada kalian semua : kru redaksi LIGHT !)

Rabu, 11 November 2009

Ketika Rindu

Ibu……..
Pada siapa kumesti tumpahkan ini semua ?
Ada ketakutan mendera kala ingin kuakui semua ini
Seakan sebuah pengkhianatan telah mengintip
Tapi ke manakah harus kusembunyikan rasa ini ?
Sungguh aku tak sanggup........

Mengapa harus ada rindu yang lain ?
Saat aku telah menyimpan kasih untuk seseorang
Yang telah lama tertambat di sudut hatiku yang terdalam
Saat aku sedang mencoba untuk setia
Saat aku sedang mencoba untuk menerima apa pun adanya

Lihatlah aku
Senyumku terukir dalam kesendirian sejak dia hadir
Degup jantungku berpacu saat dia menyapaku
Ah.....mengapa hatiku jadi mendua ?
Mestikah aku meminta maaf ?
Kepada siapa ?
Tapi........apakah ini salahku ?

Ibu...........adakah jawab darimu
Ketika rindu yang lain hadir di hatiku ?
((For my special son : Gz 2009)

Rabu, 04 November 2009

14 Mei 2009 yang sarat cerita……….

14 Mei 2009 yang sarat cerita……….

1. So ready, mom !!
Don’t worry, mom. I’m
never never n never
f get u, cz u so
special for me
Mom, thank for u’r
book, n I’m……
very want to hug u
mom……
Wait me in there………
(6285 324 xxx, Zac, 14-05-2009, 07.45.44)
Itu balasan atas smsku yang menanyakan kesiapannya untuk prosesi perpisahan. Rupanya dia sedang bersiap-siap di sekolah dan mengira berada di Prima Resor Kuningan )

2. Ga ah……
Ibu ga seru !
Gjdi deh q peluk ibu, he……
Ywdah bu, ati2 dsna……
(8285324xxx, Zac, siang pada hari yang sama)
Sebelumnya ia bertanya :
“Mom, where are you”
Dan kukatakan : “ I’m here, in Bandung”



3. Ibu…Bgus pengen
bgt…… Aduh andai
ada pNtu Ajaib yg bisa
antar ibu lgs dtg
ke sini
( 6289873xxx, Goez,14-05-2009, 1257:31)

Hari-hari setelah 14 Mei ternyata membuatku makin dekat dengan mereka. Berbagi cerita, berbagi rasa, berpuisi, bahkan bernyanyi atau sekedar bersenandung saat aku ada waktu untuk itu. Aku juga masih simpan beberapa SMS mereka yang tak mdah untuk kulupakan :

4. G’da bosen, jenuh, atw apapn kt itu
Yg mmbwt ht tak bhgia
Q kn slalu dan sll berkt utkmu
Engkaulah gr yg sdh bkn GrQ lg,
Mlainkan ibu yg sngt q syang...
N kau yg trbaik dr smw’y
Mom...
Jdknlh q sll jd ank mu,
Krn q kn sll anggp kau ibu q
Smp kpnnpun,
Aq syang ibu.............
(6285324xxx, Zac, 20 Mei 2009: 22:26:35)

5. Hnya btuh s’dtk tk mlirik ibu, ...s’mnit tk mengingat ibu.... s’jam tk menyukai ibu.......... ttp bth s’umur hidup tk melpkan ibu............... Ibu.....he he.............happy nice dream, bu
(6287829xxxx,’lham, 13 Juli 09, 21:11:29)


Trims, ya Oom, Ilham, Anggi, Zezen, Taufiq, Edy, Azis, Gata, Putri, Tasya, Fajri, Desy, Devi, Yanah, Dhea, Denita………dll. Aku tak mungkin sebut semua satu per satu. Sapaan kalian telah menghiburku selama 21 hari di kota kembang itu. I love you, I love you ! Semoga kalian semua lulus dengan nilai yang memuaskan . Amiin.




Mommy ?

Aku menangkap sebuah kegelisahan. SMS bertanggal 15 Juni 2009 jam 09:40 datang dari salah satu anakku kelas 12 ips yang sedang menunggu pengumuman. Esok hasil UN baru diumumkan melalui pos.

Anakku, aku bisa saja kok menjawab, kau lulus atau tidak. Aku juga tahu betul hasil yang sebenarnya. Bila kukatakan padamu, kalian semua lulus 100 % , puaskah ? Bukankah kalian tetap saja menunggu hasil yang sebenarnya esok hari. Jadi....... Tunggu saja sampai surat itu datang.

Selasa, 03 November 2009

MENANGISLAH..........................

Menangislah…….

Kutahu….kau pejantan tangguh
Itu yang kerap kau akui sebagai laki-laki
Dan aku tak punya alasan tuk katakan ”tidak”
Kau adalah elangku yang paling perkasa
Di antara riuhnya elang-elang lain

Tak sedikit merpati cantik
Berharap ’kan merasakan damainya bersamamu
Mereka mencoba ’tuk curi perhatianmu
Walau mereka sadar tak semudah itu

Lalu kau ingin petik sekuntum mawar terindah
Di antara berjuta mawar terindah.........nan berduri
Ah !
Mawar indah itu....
Terlalu cantikkah ia tuk kau petik ?
Terlalu tajamkah duri-durinya bagimu ?
Tak mudah, ternyata !

Kau bagai terhempas begitu saja
Sementara duri-durinya menusuk begitu perih
Lalu .....
Kau jatuh tersungkur di antara optimisme yang menggebu
Padahal kau tahu, dia sungguh menyayangimu
Tapi........
Mengapa harus menjauh ?
Mengapa harus biasa-biasa saja ?
Wahai elang perkasaku
Duhai pejantan tangguhku
Dengar............
Dengar suara paling bening di lubuk hatimu
Ia tak pernah dusta
Ia katakan sesuatu untukmu..........

Menangislah !
Tumpahkan air matamu !
Bongkar segala beban di dadamu !
Buang segala angkuhmu !
Buang segala sombongmu !
Dengar bisikannya...............
Dengar senandungnya...............

Menangislah !
Persetan dengan atas nama ”kegagahan”
Persetan dengan atas nama ”kewibawaan”
Dengar rintihannya.......
Kau butuh itu
Kau harus lakukan itu
Justru karena kau adalah ”laki-laki”
Dan aku hanyalah seorang ibu....
Yang dapat rasakan apa yang kaurasakan..............



(Special for : Qha, 26 Okt ’09,21:24:14)